Setiap hari, hampir tanpa kenal lelah, Ajo Yunis Koto terlihat sibuk mencari himpunan bibit kelapa. Bagi sebagian orang, pekerjaan ini mungkin sekadar rutinitas, namun bagi Ajo Yunis Koto, bibit kelapa bukan hanya sekedar tanaman—ia adalah jalan pengabdian.
Lewat program wakaf bibit kelapa untuk masjid, Ajo Yunis Koto membuktikan bahwa sekecil apa pun usaha, jika diniatkan untuk ibadah, bisa memberi manfaat yang luas. Permintaan bibit tidak hanya datang dari sekitar Kota dan Kabupaten Padang Pariaman, tetapi juga sampai ke daerah lain seperti Bengkulu, Riau, bahkan Jambi. Bibit-bibit kelapa itu kini menjadi “langganan” banyak orang, menandakan kepercayaan besar pada kesungguhan dan keikhlasan perjuangannya.
Ajo Yunis Koto percaya, satu pohon kelapa yang ditanam dengan niat wakaf, bisa tumbuh menjadi ladang amal yang terus mengalir. Dari kelapa itu akan lahir manfaat: buahnya bisa dikonsumsi, pohonnya bisa dimanfaatkan, dan hasilnya bisa menopang pembangunan rumah Allah.
Semangatnya memberi pesan kuat: jangan pernah menunggu kaya untuk berwakaf, cukup mulai dari niat dan langkah kecil yang konsisten. Karena dari satu bibit, bisa tumbuh ratusan pohon, dan dari satu pohon bisa lahir seribu keberkahan.
Ajo Yunis Koto adalah teladan bahwa kerja keras yang dipadukan dengan niat tulus, bisa melampaui batas daerah, bahkan batas generasi.
