Takdir terkadang memberikan ujian yang teramat berat bagi pundak yang masih sangat kecil. Itulah yang dialami oleh H. Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO. Kehilangan sosok ibu di usia remaja—masa di mana seorang anak paling membutuhkan pelukan dan bimbingan—bisa saja membuat seorang pemuda layu sebelum berkembang. Namun, bagi Aprinaldi, luka itu justru menjadi bahan bakar untuk sebuah perjalanan panjang yang luar biasa.
Berasal dari kampung kecil di Padang Pariaman, anak laki-laki yang dulu sering menghabiskan waktu di lapangan sekolah ini kini berdiri tegak sebagai nakhoda lembaga legislatif. Ia membuktikan bahwa garis kemiskinan dan kepedihan masa lalu bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Organisasi: Tempat “Mengungsi” yang Menyelamatkan
Kehilangan ibu tercinta menciptakan lubang besar dalam hidup Aprinaldi. Alih-alih terjerumus dalam pergaulan yang salah atau meratapi nasib, ia memilih untuk “mengungsi” ke dalam aktivitas organisasi. Di sana, ia menemukan keluarga baru dan tujuan hidup yang jelas.
Dimulai dari Pramuka di SD Negeri 16 Kampung Dalam, Aprinaldi belajar bahwa disiplin dan kerjasama adalah kunci bertahan hidup. Di bawah panas matahari dan dinginnya tenda, ia menempa mentalnya. Hasilnya tak main-main; ia dipercaya menjadi Ketua OSIS dua kali berturut-turut di bangku SMP dan SMA. Organisasi baginya adalah “ibu kedua” yang mengajarkannya cara berdiri tegak di tengah badai.
Dari Aktivis Kampus hingga Panggung Politik
Semangat itu terus membara hingga ia menginjakkan kaki di Universitas Negeri Padang (UNP). Di kampus Ganesha tersebut, ia bukan sekadar mahasiswa yang mengejar gelar, melainkan aktivis yang menyuarakan kepentingan orang banyak. Puncaknya, ia terpilih menjadi Ketua BEM UNP, sebuah jabatan yang melatih kemampuannya berdiplomasi dan memahami persoalan publik secara luas.
Bekal pengalaman organisasi dari level paling bawah itulah yang membawanya melenggang ke kursi politik. Aprinaldi tidak datang sebagai politisi instan. Ia adalah produk dari proses panjang yang melelahkan namun matang. Kepercayaan rakyat yang membawanya menjadi Ketua DPRD Padang Pariaman adalah bukti bahwa investasi sosial yang ia tanam sejak kecil kini telah berbuah manis.
Lencana Darma Bakti: Pengakuan Atas Pengabdian
Baru-baru ini, penganugerahan Lencana Darma Bakti pada Raimuna Daerah VII menjadi saksi betapa konsistennya ia di dunia organisasi. Baginya, penghargaan tersebut bukanlah akhir, melainkan pengingat untuk terus mengabdi.
Meski kini sudah berstatus Kandidat Doktor di Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan memegang jabatan terhormat, Aprinaldi tetaplah “anak kampung” yang pernah merasakan pahitnya kehilangan. Hal inilah yang membuatnya memimpin dengan empati, selalu berusaha hadir sebagai pelindung bagi rakyatnya yang kesulitan.
Pesan untuk Generasi Muda
Kisah Aprinaldi mengajarkan kita semua bahwa:
Luka bisa menjadi guru: Jangan biarkan kesedihan masa lalu menghentikan langkahmu.
Organisasi adalah sekolah kehidupan: Di sanalah kapasitas kepemimpinan sesungguhnya dibentuk.
Nasib bisa diubah: Dengan kerja keras dan jaringan sosial yang baik, anak kampung pun bisa memimpin daerahnya.
Aprinaldi adalah bukti nyata bahwa seberapa pun sulitnya awal cerita hidupmu, kamu tetap memegang pena untuk menuliskan akhir yang bahagia.
Sumber: Wikipedia bahasa indonesia “Aprinaldi”
#Aprinaldi #InspirasiMinang #PadangPariaman #KisahSukses #PramukaIndonesia #KetuaDPRD #DariKampungKeParlemen #TokohInspiratif
