Agustus 31, 2025
IMG_20250711_192427

Padang Pariaman, 11 Juli 2025 — Tokoh masyarakat Padang Pariaman, Asmadi, angkat bicara terkait polemik yang terjadi seputar penyelenggaraan Pekan Budaya yang semula direncanakan sebagai kegiatan tingkat kabupaten namun kemudian berubah menjadi Pekan Budaya Nagari Ketaping. Menurutnya, polemik yang mencuat hanyalah bentuk miskomunikasi yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ini sebenarnya hubungan seperti ayah dan anak saja, bukan persoalan yang harus dipertajam. Ibarat kusuik bulu, paruah juo nan manyalasaikan. Jadi saya mohon, mari kita berpikir untuk kemajuan Padang Pariaman ke depan,” ujar Asmadi dengan nada sejuk.

Ia menilai bahwa apa yang terjadi hanyalah salah paham antara pemerintah kabupaten dan beberapa tokoh adat atau masyarakat, dan bisa diselesaikan melalui musyawarah. Asmadi berharap semua pihak dapat menurunkan ego dan duduk semeja mencari titik temu demi kepentingan bersama.

“Saya percaya niat Pak Bupati kita baik, ingin membangun dan memajukan Padang Pariaman. Jangan sampai karena persoalan kecil, niat besar ini jadi terhambat,” tambahnya.

Asmadi mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang di ranah maupun yang di rantau, untuk fokus pada kerja-kerja nyata demi kemajuan budaya, ekonomi, dan sosial di Padang Pariaman.

“Mari kita kuatkan silaturahmi, kita musyawarahkan apa yang perlu dimusyawarahkan. Jangan kita putus komunikasi karena miskomunikasi,” tutup Asmadi.

Pernyataan ini diharapkan menjadi angin sejuk yang meredam ketegangan dan membuka ruang dialog yang konstruktif antara semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan budaya di Kabupaten Padang Pariaman.

 

@tampekito

Asmadi & Maymuspi Harap Konflik Pekan Budaya Tak Diperbesar “Ini Hanya Miskomunikasi, Mari Kita Duduk Semeja Demi Padang Pariaman” https://perskpknews.com/2025/07/11/asmadi-harap-konflik-pekan-budaya-tak-diperbesar-ini-hanya-miskomunikasi-mari-kita-duduk-semeja-demi-padang-pariaman/

♬ suara asli – @tampekito – @tampekito