Padang Pariaman — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Jihad Kabun, Pauh Kambar, Kabupaten Padang Pariaman, saat digelarnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diikuti para qori dan qoriah dari berbagai daerah di Kabupaten Padang Pariaman serta Kota Pariaman. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat serta pejabat daerah. Kompetisi MTQ tersebut secara resmi dibuka oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Firdaus, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi generasi muda.
Menurut Firdaus, kegiatan MTQ tidak hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan seperti ini kita berharap lahir generasi muda yang cinta Al-Qur’an, tidak hanya mampu membaca dengan baik, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Firman, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua Pengurus Masjid Jihad Kabun, Didit, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ini merupakan hasil kerja sama masyarakat dan pengurus masjid yang ingin menghadirkan kegiatan positif bagi umat. Ia menjelaskan bahwa perlombaan berlangsung hingga menjelang pagi hari karena tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.
“Perlombaan kita selesaikan sampai pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan sahur bersama. Ini menjadi momen kebersamaan yang sangat berharga bagi peserta, panitia, dan masyarakat,” kata Didit.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Syaful Nadi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti perlombaan.
Syaful Nadi berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kami berharap semua peserta qori tetap bersemangat. Dalam setiap perlombaan tentu ada yang meraih kemenangan dan ada yang belum berhasil. Namun yang paling penting adalah semangat untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan MTQ ini, panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing untuk memastikan penilaian berlangsung secara objektif dan profesional. Para juri tersebut adalah Ibunda Nurhayati sebagai juri Tajwid, Ustadz Nasir, S.IQ sebagai juri suara dan lagu, serta Mulyadi Tk. Mudo sebagai juri Fasahah.
Ketiga juri tersebut menilai penampilan para peserta berdasarkan beberapa aspek penting, seperti ketepatan tajwid, keindahan suara dan lagu, serta kefasihan dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Sejak awal hingga menjelang akhir perlombaan, masyarakat sekitar memadati Masjid Jihad Kabun untuk menyaksikan langsung penampilan para qori yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Kegiatan MTQ ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan di masa mendatang, sehingga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat.
