Re

Padang Pariaman —selasa 13/1/2026
Sejumlah relawan dan komunitas kemanusiaan di Kabupaten Padang Pariaman menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan aksi sosial dan kemanusiaan, meskipun merasa kecewa dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang telah menggelar acara pemberian penghargaan kepada relawan binaan pemerintah di tengah masa duka pascabencana banjir dan longsor.
Para relawan menyatakan bahwa misi utama mereka adalah menolong korban bencana, bukan mengejar pengakuan atau piagam dari pemerintah. Namun demikian, mereka menilai bahwa waktu dan cara pemberian penghargaan tersebut tidak peka terhadap kondisi psikologis korban dan relawan di lapangan.
“Banyak warga masih tinggal di pengungsian, rumah-rumah belum pulih, dan trauma masih terasa. Di saat seperti ini, kami melihat justru ada seremoni dan pembagian piagam. Itu menyakitkan bagi banyak relawan yang bekerja tanpa sorotan,” ujar salah seorang relawan lapangan.
Ia menegaskan, meskipun kecewa, para relawan tidak akan meninggalkan masyarakat. “Kami tetap berada di dapur umum, tetap membersihkan rumah warga, tetap mendampingi korban. Kami tidak bekerja untuk panggung, kami bekerja untuk manusia,” katanya.
Relawan juga menyoroti bahwa banyak unsur masyarakat seperti pemuda nagari, pengurus masjid, kelompok perempuan, dan relawan independen yang bekerja sejak hari pertama bencana, namun tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan. Hal ini dinilai telah menciptakan kecemburuan sosial dan rasa tidak adil.
“Yang kami tuntut bukan piagam, tapi pengakuan bahwa kerja kemanusiaan ini milik semua orang, bukan hanya kelompok tertentu,” tambahnya.
Masyarakat terdampak menyambut sikap para relawan tersebut. Bagi mereka, kehadiran relawan di tengah kondisi sulit jauh lebih penting dibandingkan acara seremonial. “Kami butuh tangan yang membantu, bukan foto-foto pejabat,” ujar seorang warga korban banjir.
Para relawan berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman lebih mengutamakan kehadiran nyata, keadilan dalam distribusi bantuan, dan pengakuan setara terhadap seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana.
Di tengah duka dan upaya bangkit dari bencana, solidaritas dan kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Padang Pariaman. Para relawan menegaskan bahwa selama masih ada warga yang membutuhkan, mereka akan terus bergerak, dengan atau tanpa penghargaan.timkpktipikornews
