Agustus 31, 2025
15a433c8-eaa9-4832-8b19-4047891895cd

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari Sumatera Barat. Salah satu putra terbaik dari Kabupaten Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, resmi meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Trisakti Jakarta pada Jumat pagi, 18 Juli 2025. Ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, usai menjalani ujian terbuka disertasi yang digelar di ruang Program Studi Doktor Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Ujian terbuka yang dihadiri oleh para penguji dan akademisi ternama itu berlangsung khidmat dan penuh apresiasi. Dalam video yang tersebar di grup WhatsApp Padang Pariaman Perubahan, suasana haru dan penuh semangat tergambar ketika salah seorang dosen penguji menyebutkan bahwa Jhon Kenedy Azis dinyatakan lulus cumlaude, yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan bangga dari para hadirin.

Cumlaude sendiri merupakan predikat kelulusan yang diberikan kepada mahasiswa dengan capaian akademik tertinggi, yakni dengan IPK minimal 3.5 dan memenuhi berbagai syarat lain, termasuk kelayakan disertasi dan penilaian tim penguji.

JKA, sapaan akrab Jhon Kenedy Azis, bukanlah sosok baru dalam dunia hukum dan politik nasional. Lahir di Sungai Geringging, 6 Juni 1959, ia merupakan anak dari pasangan Bagindo Azis dan Rosmani. Meski besar dalam kesederhanaan, perjuangannya menempuh pendidikan dan karier begitu inspiratif.

Ia memulai pendidikan dasar di kampung halamannya, SD dan SMP di Sungai Geringging. Kemudian ia melanjutkan ke SMA Negeri 2 Padang sebelum merantau ke Bandung dan menuntaskan pendidikan sarjana hukum di Universitas Katolik Parahyangan (1980–1986).

Setelah itu, ia menapaki karier profesional di sektor swasta, mulai dari Marketing Manager di PT Mahligai Putra Berkah, hingga menjabat berbagai posisi strategis di Bank Bira, termasuk Kepala Bagian Hukum dan Instruktur Penyelesaian Kredit Bermasalah.

Namun semangatnya tak berhenti di situ. Ia menapaki karier advokat dengan bergabung di kantor hukum ternama, Lucas SH & Partners, dan akhirnya mendirikan kantor hukumnya sendiri: John Azis and Associates, pada 1999.

Karier politik JKA juga tak kalah cemerlang. Ia dipercaya sebagai Anggota DPR RI dua periode (2014–2019 dan 2019–2024) dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Sumatera Barat II. Meskipun pada Pemilu 2024 ia gagal melanjutkan ke periode ketiga dan posisinya digantikan oleh Beni Utama, hal itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus mengabdi.

Nasib baik berpihak kembali kepada Jhon Kenedy Azis ketika ia maju dalam Pilbup Padang Pariaman 2024 bersama Rahmat Hidayat, dan berhasil menang dalam kontestasi tersebut. Ia resmi dilantik sebagai Bupati Padang Pariaman untuk periode 2025–2030, menggantikan pasangan Suhatri Bur – Rahmang.

Kiprah JKA kini terus diperbincangkan. Dalam sejumlah diskusi di kalangan tokoh Piaman Laweh, nama Jhon Kenedy Azis mulai muncul sebagai salah satu kandidat kuat Calon Gubernur Sumatera Barat di masa mendatang.

Hal ini mengingat sudah cukup lama tidak ada lagi tokoh dari Padang Pariaman yang menduduki posisi Gubernur Sumbar, sejak berakhirnya masa kepemimpinan Zainal Bakar dan Muslim Kasim yang kini sudah almarhum.

Banyak pihak berharap, dengan pengalaman lengkap sebagai pengacara senior, anggota legislatif, dan kepala daerah, JKA mampu membawa perubahan besar bagi Sumbar ke depan.

Dalam sambutannya usai pelantikan doktor, JKA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama menempuh pendidikan doktoralnya.

Ia menyebut bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar. Ia berharap, gelar doktor yang ia peroleh dapat memperkuat kontribusinya dalam pembangunan hukum yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat kecil, terutama di Sumatera Barat.

Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi, JKA kini menjadi teladan bahwa belajar adalah proses seumur hidup, dan bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih mimpi, meski di usia yang tidak muda.

Selamat dan sukses Dr. H. Jhon Kenedy Azis, SH, MH.
Semoga kiprahmu terus memberi manfaat bagi bangsa, negara, dan kampung halaman tercinta: Padang Pariaman.
(tc)